Oleh: gbiperigi | 15 April 2010

KITA TIDAK PERNAH SENDIRI

Renungan Warta Jemaat, 11 April 2010

Nats : Yohanes 21:1-14

Hal yang tidak mengenakkan dalam hidup kita adalah ketika kita berada dalam kesendirian. Tidak ada orang di sekitar kita yang bisa mengerti kita dan membuat kita merasa nyaman serta sukacita. Itulah keadaan yang dialami murid-murid Tuhan Yesus. Kubur Tuhan Yesus yang telah kosong serta penampakan Tuhan Yesus dua kali kepada murd-muridnya, tidak serta merta membuat mereka bangkit dari kegundahan merea. Walaupun jumlah mereka banyak, mereka seperti orang yang berada dalam kesendirian. Itulah sebabnya para murid Yesus mencari kesibukan dengan mencari ikan. Ada bebrapa hal yang dapat kita pelajari.

1. Sepintar apapun kita, kita bisa gagal.

Sebagai orang Galilea dan latar belakang nelayan, murid-murid adalah orang-orang yang tidak perlu diajari cara menangkap ikan. Mereka adalah orang-orang yang mahir dalam hal itu. Namun kenyataannya mereka gagal menangkap ikan. Kita harus sadar bahwa kegagalan bisa dialami siapa saja, karena itu kita ttidak usah takut untuk gagal. Kalau hari-hari ini kita mengalami kegagalan, jangan menyerah dan belajar dari kegagagalan itu.


2. Tuhan Yesus ada untuk memberikan keberhasilan.

Tanpa sepengetahuan murid-muridnya, Tuhan Yesus selalu ada untuk mengawasi mereka. Untuk itulah ketika mereka mengalami kegagalan Tuhan Yesus memberi jalan kepada mereka dan mujizat terjadi, kegagalan mereka telah diubah menjadi keberhasilan oleh Tuhan Yesus. Ingatlah Tuhan Yesus juga mengawasi kita dan Diapun siap untuk memberkan keberhasilan kepada kita. Percayalah kita tidak pernah sendiri, ada pribadi yang mengawasi kita dan siap untuk menolong kita setiap waktu yaitu Yesus.


3. Tuhan Yesus tetap sama, kemarin, hari ini dan hari esok.

Perintah dan kemudian mujizat di atas sama persis dengan perintah dan mujizat saat Tuhan Yesus pertama kali memanggil para muridnya (Lukas 5:1-11). Hal ini menegaskan kepada murid-murid dan kepada kita bahwa Dia Allah yang tidak pernah berubah sampai hari ini. Allah yang sama dengan mujizat yang sama yang masih berlaku sampai hari ini.


4. Yesus ada untuk melayani kita.

Ketika murid-murid sampai ke darat, telah tersedia api arang dan ikan serta roti di atasnya. Yesus mengajak mereka untuk sarapan dan memberikan roti serta ikan kepada mereka. Lihatlah, betapa kta punya Allah yang selalu melayani kita. KerinduanNya adalah bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani kita. Dan itulah yang terus dilakukan kepada kita sampai saat ini dari surga. Besryukurlah kita punya Allah yang selalu siap melayani kita, maka sebagai balasannya kitapun harus melayani Dia dengan segenap hati kita.


Pdp. Yohanes Tri Prasetya N, S.Th


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: