Oleh: gbiperigi | 29 Maret 2010

Berjaga-jagalah dengan Aku

Renungan Warta Jemaat, 28 Maret 2010

Nats : Matius 26:36-46

Ketika Yesus dan murid-murid di taman Getsemani, Yesus tahu apa yang akan terjadi beberapa jam kemudian, bahwa Ia akan ditangkap dan disiksa serta mati disalibkan. Ini adalah pergumulan yang sangat berat bagi seorang manusia, sehingga Yesus merasa begitu sedih seperti mau mati rasanya. Yesus sedih bukan saja karena dirinya yang akan menderita, tetapi ia sangat sedih karena harus berpisah dengan orang-orang terdekatnya selama ini.Bagaimana murid-murid Tuhan itu akan tercerai berai setelah Yesus ditangkap. Untuk itulah sebelum meninggalkan mereka untukberdoa dia berkata kepada murid-muridnya, “…berjaga-jagalah dengan aku.“

Tetapi ironisnya ketika Yesus kembali mendapati mereka, murid-muridnya itu sedang tertidur. Yesus kembali memperingatkan murid-muridnya, “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku? Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.” Tetapi yang terjadi kembali murid-muridnya tertidur. Yesus menang dalam pergumulannya, termasuk menang dalam perjuangannya untuk menyelamatkan murid-muridnya yang tidak bisa berjaga-jaga untuk diri mereka sendiri.

Yesus tahu kita ini lemah, Yesus mengenal dengan benar siapa kita. Karena itu perkataan Yesus tidak hanya untuk murid-muridnya saja, tetapi hal itu juga berlaku untuk kita sekarang. Hal-hal yang terjadi dalam kehidupan kita sekarang dan beberapa jam atau beberapa hari ke depan adalah tidak mudah. Maka tidak ada sesuatu yang lebih baik daripada berjaga-jaga. Berdoa dan berjaga-jaga memampukan kita untuk terus berada dalam hadirat dan pemeliharaan Tuhan. Hal itu juga memampukan kita untuk terus hidup dalam roh, sehingga kita tidak melakukan perbuatan daging, yaitu melakukan hal-hal yang mendukakan hati Tuhan. Tuhan tidak menetapkan kita untuk gagal dan jatuh, tetapi Tuhan menentukan kita untuk menjadi pemenang. Namun hal itu hanya bisa terjadi ketika kita berjaga-jaga dan berdoa. Mari kita berdoa dan berjaga-jaga, maka kita akan diluputkan dari kegagalan dan jatuh dalam dosa.

Yoh. Tri Prasetya N


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: