Oleh: gbiperigi | 22 April 2010

BERMEGAH KARENA PENGENALAN KRISTUS

Renungan Warta Jemaat 18 April 2010

Nats :  Filipi 3:1-16

Dalam bacaan di atas, Rasul Pulus mengajak orang percaya untuk mengenal Tuhan dengan baik. Hal ini dikarenakan orang yang tidak mengenal Tuhan dengan baik akan mudah tertipu dan terjebak dalam pengajaran yang sesat (ayat 2). Banyak orang percaya yang salah memandang bahwa yang menjadi ukuran kesuksesan dan keberhasilan seseorang adalah hal-hal yang kelihatan, seperti memiliki kedudukan, harta yang banyak, menjadi terkenal, atau berbagai kesuksesan lainnya. Paulus ingin merubah semuanya itu karena yang terpenting bagi orang percaya adalah pengenalan akan Kristus.

Secara lahiriah Paulus bisa bermegah dengan status, pendidikan dan segala sesuatu yang dimilikinya, namun ia membuang semua yang bersifat lahiriah dan menganggapnya sebagai sampah jika dibandingkan dengan Kristus (ayat 4-8). Paulus tidak membanggakan kebolehan diri sendiri tetapi mengutamakan pengenalan akan Kristus sebagai tujuan tertinggi hidupnya. Ini bertolak-belakang dengan hal yang cenderung orang banggakan kini. Apakah gunanya kita memperoleh segalanya di dunia ini tetapi kita kehilangan hidup yang kekal? Itulah dorongan Paulus kepada jemaat Paulus karena Pauluspun terus berusaha untuk mendapatkan Kristus dalam hidupnya.

Kita harus sadar bahwa kesuksesan di dunia ini adalah fana dan sementara, sehingga kita tidak boleh melupakan sesuatu yang nilainya kekal, yaitu kemuliaan dalam Tuhan Yesus yang nilainya jauh memebihi apapun di dunia ini. Karena itu seperti yang Paulus lakukan kita harus melupakan apa yang telah di belakang kita dan mengarahkan diri dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. Kita hendaknya sadar bahwa hidup kita ini adalah bukan karena melihat, tetapi karena percaya (II Korintus 5:1-10).

Yoh. Tri Prasetya N

Oleh: gbiperigi | 15 April 2010

KITA TIDAK PERNAH SENDIRI

Renungan Warta Jemaat, 11 April 2010

Nats : Yohanes 21:1-14

Hal yang tidak mengenakkan dalam hidup kita adalah ketika kita berada dalam kesendirian. Tidak ada orang di sekitar kita yang bisa mengerti kita dan membuat kita merasa nyaman serta sukacita. Itulah keadaan yang dialami murid-murid Tuhan Yesus. Kubur Tuhan Yesus yang telah kosong serta penampakan Tuhan Yesus dua kali kepada murd-muridnya, tidak serta merta membuat mereka bangkit dari kegundahan merea. Walaupun jumlah mereka banyak, mereka seperti orang yang berada dalam kesendirian. Itulah sebabnya para murid Yesus mencari kesibukan dengan mencari ikan. Ada bebrapa hal yang dapat kita pelajari.

1. Sepintar apapun kita, kita bisa gagal.

Sebagai orang Galilea dan latar belakang nelayan, murid-murid adalah orang-orang yang tidak perlu diajari cara menangkap ikan. Mereka adalah orang-orang yang mahir dalam hal itu. Namun kenyataannya mereka gagal menangkap ikan. Kita harus sadar bahwa kegagalan bisa dialami siapa saja, karena itu kita ttidak usah takut untuk gagal. Kalau hari-hari ini kita mengalami kegagalan, jangan menyerah dan belajar dari kegagagalan itu.


2. Tuhan Yesus ada untuk memberikan keberhasilan.

Tanpa sepengetahuan murid-muridnya, Tuhan Yesus selalu ada untuk mengawasi mereka. Untuk itulah ketika mereka mengalami kegagalan Tuhan Yesus memberi jalan kepada mereka dan mujizat terjadi, kegagalan mereka telah diubah menjadi keberhasilan oleh Tuhan Yesus. Ingatlah Tuhan Yesus juga mengawasi kita dan Diapun siap untuk memberkan keberhasilan kepada kita. Percayalah kita tidak pernah sendiri, ada pribadi yang mengawasi kita dan siap untuk menolong kita setiap waktu yaitu Yesus.


3. Tuhan Yesus tetap sama, kemarin, hari ini dan hari esok.

Perintah dan kemudian mujizat di atas sama persis dengan perintah dan mujizat saat Tuhan Yesus pertama kali memanggil para muridnya (Lukas 5:1-11). Hal ini menegaskan kepada murid-murid dan kepada kita bahwa Dia Allah yang tidak pernah berubah sampai hari ini. Allah yang sama dengan mujizat yang sama yang masih berlaku sampai hari ini.


4. Yesus ada untuk melayani kita.

Ketika murid-murid sampai ke darat, telah tersedia api arang dan ikan serta roti di atasnya. Yesus mengajak mereka untuk sarapan dan memberikan roti serta ikan kepada mereka. Lihatlah, betapa kta punya Allah yang selalu melayani kita. KerinduanNya adalah bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani kita. Dan itulah yang terus dilakukan kepada kita sampai saat ini dari surga. Besryukurlah kita punya Allah yang selalu siap melayani kita, maka sebagai balasannya kitapun harus melayani Dia dengan segenap hati kita.


Pdp. Yohanes Tri Prasetya N, S.Th

Renungan Warta Jemaat, 4 April 2010

Dari semua agama, hanya agama Kristen yang menuntut agar setiap orang menerima ajaran-Nya, sebab Kristus, “Pendiri” agama itu, dibangkitkan dari antara orang-orang mati. Tidak ada pendiri lain yang dibangkitkan dari antara orang mati. Dijelaskan dalam I Korintus 15:1-58 bahwa agama Kristen itu mutlak bergantung pada kebangkitan Tuhan Yesus.

Kalau Tuhan Yesus tidak bangkit dari antara orang mati, maka sia-sialah agama Kristen, tetapi sebab Ia sudah bangkit maka benarlah agama itu. Rasul Paulus berkata, “Andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami, dan sia-sialah kepercayaan kamu” (I Korintus 15:14). Kalau kebangkitan Tuhan Yesus dicabut dari Injil, maka Injil itu sia-sia belaka. Kebangkitan Tuhan Yesus adalah inti Injil. Rasul-rasul mengutamakan hal kebangkitan itu dan senantiasa memberitakannya, hal ini menunjukkan pentingnya asas pengajaran tentang kebangkitan itu (I Korintus 15:1-58; Filipi 3:21; I Petrus 1:21,23).

Jemaat Kristus dibentuk atas kepercayaan kepada kebangkitan Kristus (Kisah 4:33). Pada waktu itu orang-orang yang percaya serta menyaksikan kebenaran ini menderita banyak aniaya. Walaupun demikian, pada waktu jemaat Kristus mulai berdiri, tidak ada orang yang dapat membuktikan bahwa Tuhan Yesus tidak bangkit, meskipun bukti-bukti itu dicari.

Sebetulnya kehormatan Tuhan Yesus ditegakkan atas kebangkitan-Nya. Sesudah bangkit Tuhan Yesus tinggal empat puluh hari lamanya di atas bumi ini, supaya kebangkitan-Nya dibuktikan oleh banyak orang dan tak dapat ditolak lagi. Tuhan Yesus telah membuktikan kebenaran perkataan-Nya dalam hal Ia bangkit dari antara orang-orang mati (Matius 12:39,40; Yohanes 2:20-22).

Orang-orang Kristen mengaku bahwa kebangkitan Kristus adalah dasar agama Kristen; musuh agama Kristen juga mengakui hal itu dan mereka mencoba hendak meniadakan kebangkitan itu. Musuh menolak segala bukti; sedangkan orang Kristen juga mengakui bahwa kalau Kristus tidak dibangkitkan dari antara orang mati, agama Kristen sia-sia belaka. Paulus telah menerangkan bahwa kalau Kristus tidak dibangkitkan, maka perubahan hati orang Kristen hanya dibuat-buat saja, dan pengikut-pengikut Kristus telah ditipu. Kalau Tuhan Yesus tidak dibangkitkan maka perbuatan-perbuatan-Nya yang suci dan mulia di dunia ini hanya beralaskan suatu dusta. Kita tahu bahwa hal itu mustahil, dan kita sudah mendapat banyak bukti bahwa Tuhan Yesus sudah bangkit. Kebangkitan Kristus disebutkan lebih dari seratus kali dalam Alkitab.

Diambil dari Buku “Dasar Yang Teguh” karangan J.W. Brill

Oleh: gbiperigi | 6 April 2010

KARENA SIAPAKAH KRISTUS MATI?

Renungan Warta Jemaat, 2 April 2010

Tuhan Yesus mati “Karena kita,” yaitu kita yang percaya kepada Dia, Roma 8:32; Efesus 5:2; Titus 2:14; 1Korintus 5:7; II Korintus 5:21, Tuhan Yesus telah menyerahkan diri-Nya karena jemaat. Walaupun Yesus Kristus mati karena manusia sekalian maka Ia mati teristimewa karena mempelai perempuan-Nya yaitu jemaat-Nya, Efesus 5:25-27.

Tuhan Yesus telah menyerahkan diri-Nya karena seseorang yang percaya, dan bukan hanya karena seluruh jemaat, melainkan karena tiap-tiap orang yang percaya, supaya tiap-tiap orang yang percaya boleh berkata, “Ia telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku,” Galatia 2:20.

Tuhan Yesus telah mati karena orang yang lemah, Roma 14:15;  I Korintus 8:11. Kristus tidak hanya mati karena orang-orang Kristen yang kuat, yang maju kerohaniannya, melainkan juga karena saudara-saudara seiman yang lemah imannya. Kalau kita ingat hal ini tentu kita akan lebih sabar menghadapi orang Kristen yang lemah, walaupun ia tidak maju sebagaimana yang kita kehendaki. Ingatlah bahwa ia saudara kita yang lemah, yang karenanya Kristus mati. Tuhan Yesus mati karena orang yang tidak benar, I Petrus 3:18. Tuhan Yesus mati karena orang berdosa, Roma 5:8. Tuhan Yesus mati karena orang fasik, Roma 5:6.

Yesus Kristus mati karena orang banyak, bukan karena beberapa orang saja, Matius 20:28. Tuhan Yesus mati karena orang-orang berdosa dari tiap-tiap suku dan bahasa, dan kaum dan bangsa di dunia ini,  Wahyu 5:9. Inilah alasan pekerjaan pemberitaan Injil, yaitu supaya kita pergi mencari dan mendapatkan orang-orang dari segala bangsa yang karena mereka Tuhan Yesus telah mati. Tuhan Yesus mati karena segenap dunia, Yohanes 1:29. Oleh sebab kematian-Nya Allah dapat dan boleh memberikan rahmat-Nya kepada segenap dunia. Kematian Kristus cukup untuk semua manusia, asal mereka bertobat dan percaya kepada-Nya.

Tuhan Yesus telah menyerahkan diri-Nya menjadi tebusan semua orang, I Timotius 2:6. Perhatikanlah, Tuhan Yesus mati karena semua manusia. Tebusan untuk segenap manusia sudah diadakan. Keselamatan tersedia bagi semua orang, sehingga rahmat Allah boleh diberitakan kepada segenap manusia. Tebusan karena dosa-dosa orang seisi dunia telah digenapkan. Pengampunan dosa sudah tersedia, yang perlu adalah orang datang dan menerima pengampunan itu dalam iman kepada Yesus Kristus.

Tuhan Yesus telah merasai maut karena tiap-tiap orang, Ibrani 2:9. Tuhan Yesus mati karena tiap-tiap orang. Bukan hanya karena seluruh umat manusia, melainkan karena tiap-tiap orang. Allah Bapa dapat memberikan rahmat kepada tiap-tiap orang dan memberikan keselamatan oleh sebab kematian Kristus.

Diambil dari buku “Dasar yang Teguh” karangan : J. W. Brill

Oleh: gbiperigi | 29 Maret 2010

Berjaga-jagalah dengan Aku

Renungan Warta Jemaat, 28 Maret 2010

Nats : Matius 26:36-46

Ketika Yesus dan murid-murid di taman Getsemani, Yesus tahu apa yang akan terjadi beberapa jam kemudian, bahwa Ia akan ditangkap dan disiksa serta mati disalibkan. Ini adalah pergumulan yang sangat berat bagi seorang manusia, sehingga Yesus merasa begitu sedih seperti mau mati rasanya. Yesus sedih bukan saja karena dirinya yang akan menderita, tetapi ia sangat sedih karena harus berpisah dengan orang-orang terdekatnya selama ini.Bagaimana murid-murid Tuhan itu akan tercerai berai setelah Yesus ditangkap. Untuk itulah sebelum meninggalkan mereka untukberdoa dia berkata kepada murid-muridnya, “…berjaga-jagalah dengan aku.“

Tetapi ironisnya ketika Yesus kembali mendapati mereka, murid-muridnya itu sedang tertidur. Yesus kembali memperingatkan murid-muridnya, “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku? Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.” Tetapi yang terjadi kembali murid-muridnya tertidur. Yesus menang dalam pergumulannya, termasuk menang dalam perjuangannya untuk menyelamatkan murid-muridnya yang tidak bisa berjaga-jaga untuk diri mereka sendiri.

Yesus tahu kita ini lemah, Yesus mengenal dengan benar siapa kita. Karena itu perkataan Yesus tidak hanya untuk murid-muridnya saja, tetapi hal itu juga berlaku untuk kita sekarang. Hal-hal yang terjadi dalam kehidupan kita sekarang dan beberapa jam atau beberapa hari ke depan adalah tidak mudah. Maka tidak ada sesuatu yang lebih baik daripada berjaga-jaga. Berdoa dan berjaga-jaga memampukan kita untuk terus berada dalam hadirat dan pemeliharaan Tuhan. Hal itu juga memampukan kita untuk terus hidup dalam roh, sehingga kita tidak melakukan perbuatan daging, yaitu melakukan hal-hal yang mendukakan hati Tuhan. Tuhan tidak menetapkan kita untuk gagal dan jatuh, tetapi Tuhan menentukan kita untuk menjadi pemenang. Namun hal itu hanya bisa terjadi ketika kita berjaga-jaga dan berdoa. Mari kita berdoa dan berjaga-jaga, maka kita akan diluputkan dari kegagalan dan jatuh dalam dosa.

Yoh. Tri Prasetya N

Oleh: gbiperigi | 22 Maret 2010

AKU TELAH MEMBUKA PINTU BAGIMU

Renungan Warta Jemaat 21 Maret 2010

“… lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh siapapun…” (Wahyu 3:8)

Filadelfia adalah sebuah jemaat kecil yang tidak berpengaruh dan tidak memiliki banyak uang, tetapi memiliki anggota-anggota yang sederhana dan setia. Tuhan membalas hal ini dengan membuka pintu untuk mereka.

Pintu yang terbuka ini adalah:

1. Pintu yang menuju ke Tahta Allah, untuk memohon kekuatan dan penghiburan.

2. Pintu yang menuju ke dunia di mana kita dapat bersaksi tentang kasih Allah kepada setiap orang yang belum mengenal Dia.

3. Pintu yang menuju ke hari depan Anda yang penuh harapan. Jangan sampai ada orang yang menghalangi cita-cita Anda untuk meraih rencana Allah dalam hidupmu.

Pintu yang membuka kesempatan dan peluang bagi Anda berkarya dan bekerja untuk Tuhan di tempat di mana Tuhan menempatkan Anda. Karena itu biarlah kita bersukacita dan bergembira dalam kasih Allah yang besar itu. Sungguh menyedihkan, bila kita tidak menggunakan kesempatan memasuki pintu yang dibuka menuju Bapa untuk mendapat anugeran dan pertolongan yang kita butuhkan.

Satu hari kelak, pintu itu akan ditutup selama-lamanya, walaupun kita menggedor-gedor dan berseru: “Tuhan, bukakanlah pintu bagi kami.” Jawaban-Nya adalah, “Aku tidak kenal kamu…” Menyedihkan bila waktu sudah lewat dan kita belum pernah bersaksi untuk Tuhan dan memenangkan satu jiwapun untuk Dia. Sayang, bila Anda tidak memasuki pintu yang terbuka itu, yang memberi kesempatan kepada Anda menggapai cita-cita yang besar dalam hidup untuk kemuliaan nama-Nya. Banyak orang tidak melihat tempat bekerja sebagai pintu terbuka untuk menjadi terang dan garam dunia, menjadi saksi yang hidup tentang kesetiaan dan kasih sayang Tuhan. Mulai sekarang, biarlah kita jeli melihat setiap hari pintu yang Tuhan bukakan untuk kita.

Ibu Pdt. dr. Olly E Mesakh  (GBI Petamburan)

Oleh: gbiperigi | 22 Maret 2010

BIARLAH ROH KITA MENYALA-NYALA

Renungan Warta Jemaat 14 Maret 2010

Nats : Roma 12:11

Paulus menasehati kita supaya roh kita menyala-nyala. Roh yang menyala berarti: Kerajinannya tidak kendor, bersukacita dalam pengharapan, sabar dalam kesesakan, bertekun dalam doa.

Agar roh tetap menyala-nyala:

1. Harus lebih fokus terhadap kekekalan (2 Korintus 4:18)

2. Harus fokus kepada Yesus (Ibrani 12:2-4)

3. Harus membiarkan Roh Kudus berdiam dalam kita (Roma 8:11; 2 Timotius 1:7)

Mengapa roh kita harus menyala-nyala:

1. Waktunya tinggal sedikit, Yesus hampir datang (Ibrani 10:37-39; Wahyu 3:11; 2 Timotius 3:1; Roma 4:18-21)

Yesus tidak lama lagi akan datang. Tidak ada waktu untuk berlambat-lambat lagi. Kita harus melayani Tuhan dengan roh yang menyala-nyala.

2. Musuh sedang menghadang setiap waktu

Setiap hari iblis menghadang kita. Kita ada dalam peperangan rohani setiap waktu. Hanya dengan roh yang menyala-nyala kita dapat memenangkan peperangan rohani yang dahsyat ini.

3. Karena kita ditetapkan menjadi saksi

Banyak orang sedang menyaksikan perjalanan iman kita. Banyak orang sedang meneladani perjalanan rohani kota. Tanpa kita sadar, saudara-saudara seiman menonton hidup kita dan dengan diam-diam mereka belajar dari keputusan-keputusan iman kita. Waktu kita menyala mereka bergembira dan berkata main atas keteladanan itu. Tetapi, pada waktu kita lemah, mereka ikut kecewa, mereka seolah kehilangan panutan iman, maka tetaplah menyala bagi Yesus. Ini bukan pilihan tetapi suatu ketetapan (Matius 5:13-16; 2 Korintus 3:2-4).

Pdp. Yoh. Tri Prasetya N, S.Th

Oleh: gbiperigi | 19 Maret 2010

Acara Kebersamaan Pasutri 2010

Di akhir tahun 2010 Kategorial Pasutri berencana untuk mengadakan acara kebersamaan. Dalam acara kebersamaan ini setiap pasangan suami isteri dapat membawa anak-anaknya, maksimal 2 orang anak. Diharapkan akan ada terobosan  baru melalui acara ini.

Biaya yang diperlukan untuk acara ini sekitar 200 ribu setiap pasangan suami isteri. Hal inipun dikarenakan pengurus pasutri siap berjuang dan menutup kekurangan dalam hal biaya. Panitia akan menyediakan tempat penginapan dan makan selama acara berlangsung yang direncanakan 2 hari (1 malam). Mengingat biaya yang besar tersebut, maka bagi pasutri yang sudah mendaftar diharapkan dapat menabung Rp. 5.000 perminggunya.

Pendaftaran sudah dibuka mulai awal Januari 2010. Pendaftaran dan pembayaran tabungan dikoordinir oleh Bp. T. Bangun dan Ibu Ratmi Hasyim.

Pastikan setiap keluarga kita bisa diberkati melalui acara ini!

Oleh: gbiperigi | 19 Maret 2010

Tentang Pasutri

Membangun keluarga yang bahagia adalah menjadi dambaan setiap keluarga. Untuk inilah kategorial Pasutri (Pasangan Suami Isteri) diadakan. Selain untuk membawa keluarga menjadi keluarga yang lebih mengasihi dan melayani Tuhan, diharapkan setiap permasalahan dan konflik yang terjadi dalam hubungan suami isteri dapat dipelajari dan disharingkan di sini.

Ibadah Pasutri di GBI Perigi diadakan setiap hari Minggu, pada minggu ke-3 pada pukul 19.00 WIB.

Dalam ibadah Pasutri sering diadakan sharing dan tanya jawab tentang problem yang sering dihadapi dalam rumah tangga. Dan ini sangat membantu dan juga menjawab kebutuhan para pasangan suami isteri. Diharapkan banyak pasangan suami isteri yang mau bergabung mengingat kita terkadang tidak bisa menyelesaikan problem rumah tangga kita sendiri.

Oleh: gbiperigi | 17 Maret 2010

Tentang Kaum Pria

Dalam GBI memang tidak ada khusus kategori yang mengatur tentang kaum pria. Tapi kategori ini sesungguhnya sangat menentukan bagi gereja mengingat kaum pria adalah kepada. Biasanya kalau kepala sudah dipulihkan, maka seluruh keluarga akan dipulihkan. Karena itu penting sekali diadakan ibadah bagi kaum pria di GBI Perigi.

Ibadah kaum pria di GBI Perigi diadakan setiap minggu ke-2 pukul 19.00 WIB. Pertama diadakan namanya adalah Ibadah Kaum Pria, belakangan dinamakan Pertemuan Kaum Pria. Hal ini karena kegiatannya tidak hanya sekedar ibadah, tetapi juga sharing atau kunjungan demi kemajuan kaum pria serta mendukung perkerjaan Tuhan di GBI Perigi.

Pertama diadakan anggotanya gabungan antara yang sudah menikah dan yang belum menikah. Tapi seiring berjalannya waktu, maka kaum pria lebih difokuskan untuk yang sudah menikah atau bapak-bapak. Sedangkan kaum pria yang belum menikah diharapkan untuk lebih aktif di pemuda.

Older Posts »

Kategori